Teminabuan… pedalaman Papua nan menantang ….

Published by Y. Mulawarman under on 21.06
Saya tidak pernah bermimpi sebelumnya untuk mengenal kota kecil yang bernama Teminabuan bila bukan tugas dari dinas yang menghendakinya. Dengan berkendaraan roda 4 (waktu itu kami pakai panther), kami berangkat pukul 05.00 pagi waktu Sorong. Jarak sekitar 200 km ke Tenggara kota Sorong ditempuh dalam waktu 12 jam… luar biasa, bagi mereka yang tinggal di Jawa, tapi itu hal yg biasa bagi mereka yang tinggal di Papua. Masalahnya hanya kondisi jalan yang lebih cocok disebut medan off road, bahkan masih lebih bagus medan jalan yang dipakai oleh pembalap rally kita yang biasanya di kebun sawit.

Hampir semua kendaraan dari dan ke Teminabuan selalu berangkat pagi hari sebelum jam 10.00 WIT. Lewat dari itu, siap-siap berhadapan dengan cuaca buruk dan tidur malam di tengah hutan sepanjang jalan….. perlu diketahui saja bahwa sepanjang perjalanan tidak ada penginapan maupun tempat istirahat seperti rumah makan atau warung. Alhasil, sehari sebelum berangkat semua sudah harus dalam kondisi siap tempur, ya mobilnya, ya sopirnya, ya penumpangnya, juga perbekalannya………

Dari Sorong, menikmati jalan aspal licin hanya sampai di km 30… selanjutnya kami hanya ketemu dengan aspal berlubang, tanah berkubang ataupun jalan berbatu (orang malang bilang jalan MAKADAM). Jadi sepanjang 170 km atau 10 jam kami seperti sedang melakukan rally alam….. itulah nikmatnya tinggal di bumi Papua.

Melawati hutan-hutan yang masih perawan sungguh menyeramkan bagi mereka yang baru pertama kali melaluinya, pohon-pohon menjulang tinggi. Kadang terpikir andaikata mobilnya mogok, tidak ada bantuan dan terpaksa harus menginap di tengah hutan harus bagaimana?... hi…. Tapi ada yang menghibur kami sih. Katanya… hutan-hutan di Papua tidak ada harimau, ular, gajah ataupun binatang buas… tapi sebenarnya yang perlu ditakutkan adalah orang buas…. Suara burung terdengar sepanjang jalan.

DI tengah perjalanan kami sempat berhenti di daerah yang dikenal dengan Kali Taputar, mungkin yang dimaksud adalah Sungai Berputar, mengapa dinamakan demikian ?.. daerah tersebut merupakan suatu tebing curam dimana kendaraan untuk mencapainya harus turun perlahan berputar hingga sampai di pinggir sungai, anehnya…. Sungai yang begitu besar dan deras arusnya bermuara di bawah tebing tersebut. Jadi, sungai permukaan beralih menjadi sungai bawah tanah yang masuk melalui sebuah lubang besar dibawah tebing yang mengakibatkan terbentukan pusaran air yg sangat kuat. Tidak perlu membayangkan apa akibatnya kalau kita kecemplung di sungai tersebut, entah akan muncul dimana nantinya karena jarak ke arah laut masing 130 km lagi. Semua kendaraan selalu berhati-hati bila melewati daerah ini karena kalau musim hujan air bisa meluber ke pinggir jalan dan bisa menarik mobil yang lewat untuk di sedot ke pusaran air……..

(lihat gambar) Kru kendaraan terpaksa turun untuk mencari jalan yg baik, karena dengan kondisi tertutup air susah untuk melihat mana jalan dan mana permukaan sungai. Salah setir bisa-bisa tersedot arus sungai

Kami melewati beberapa kampung sebelum sampai di sebuah kecmatan yang cukup maju yakni di Kecamatan Ayamaru, daerah ini banyak menghasilkan orang-orang TOP di Papua, ada yang menjadi Bupati, Gubernur, Ketua DPR dll. Kalau di Jawa kira-kira seperti Wonogiri katanya, karena daerahnya yang keras sehingga memaksa penduduknya banyak yang merantau, setelah sukses mereka banyak yang kembali untuk membangun daerahnya. Selepas Ayamaru, kami ketemu hutan lagi sampai di Teminabuan.

TEMINABUAN… kami datang!!!!!!. Sebuah kabupaten baru dengan perkembangan yang sangat pesat, pembangunan disana-sini meski pembangunan masih merupakan bangunan-bangunan kantor dinas dan beberapa fasum, diharapkan dengan pembangunan kantor-kantor dinas yang tersebar, akan membuat masyarakat berminat untuk menanamkan investasi di daerah ini. Dan memang itulah yang terjadi……

BRI Unit Teminabuan merupakan 1 diatara 2 bank yang beroperasi di sana yaitu Bank Papua. Untuk sebuah Kabupaten yang sedang berkembang, mestinya BRI sudah harus berupa Kantor Cabang. Bank Papua masih merupakan kantor Kas.





Hotel terbaik yang ada di Teminabuan, mungkin tepatnya disebut Losmen. Dengan jumlah kamar 25 ternyata kamar mandi yang ada cuma 3, alhasil kalau mau mandi harus antri dengan tamu penginapan yang lain. Asal pakai sabunnya sendiri-sendiri.


Salah satu sudut jalan di Teminabuan, ini kebetulan sudut yang sepi, sudut yang lainnya.... lebih sepi....




Di Teminabuan ada juga pelabuhan rakyat, kapal-kapal pinishi sering bersandar membawa kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat, karena kondisi jalan yang tidak bersahabat, angkutan laut masih merupakan favorit.


0 komentar:

Posting Komentar